Jumat, 01 Maret 2013

Survey : 5 besar Parpol 2014

5 Besar parpol 2014

 
1. PKS
2. GOLKAR
3. PDIP
4. GERINDRA
5. HANURA

2014 Suara PKS Diprediksi Meningkat tajam.

BOGOR — Kalau pemilu dilaksanakan secara jujur, bersih dan tidak dikotori oleh politik uang, diprediksi partai pimpinan Anis Matta akan menempati urutan pertama pada pemilu 2014, demikian dikatakan peneliti Pusat Kajian Pemilu Indonesia (Puskapi)Dulloh Abdulloh, hari ini di kantor Puskapi, Komplek Gaperi Bogor.

Menurut Puskapi, posisi empat besar pada Pemilu 2014 akan diikuti oleh parpol berhaluan nasionalis. Hanya PKS satu-satunya partai Islam yang naik.

“Ini pertama kalinya sejak pemilu di era reformasi, walaupun pada survei sebelumnya, partai politik Islam tak satu pun yang masuk ke dalam lima besar. Namun tsunami politik yang menghantam partai dakwah itu justru melahirkan simpati publik yang luas. Salah satu contoh adalah kemenangan Aher di Jawa Barat, ” ujar Bang Dull.

Menurutnya, partai berbasis Islam lainnya seperti PPP dan PAN akan menempati urutan 6 dan 7, disusul PD, Nasdem, PKB diprediksi akan hilang dari peta politik Indonesia. Jika kondisi survei ini tetap bertahan, maka peluang tokoh-tokoh PKS untuk maju sebagai capres semakin terbuka lebar” kata Abdulloh.

Puskapi menemukan empat faktor penyebab meningkatnya elektablitas PKS, pertama, yakni makin cerdasnya masyarakat melihat kinerja kader-kader PKS di akar rumput, atau dapat dikatakan mayoritas masyarakat Indonesia sudah muak dengan janji manis politisi yang tidak memiliki moral dan integritas.

Kedua, yakni banyak nya politisi dari partai nasionalis yang telah dijatuhi hukuman tetap karena bermacam kasus mulai dari korupsi, asusila dan narkoba.

Ketiga, yakni perlakuan tidak adil KPK yang dipertontonkan di muka publik terhadap mantan presiden PKS Lutfi Hasan Ishak dalam kasus dugan suap impor daging sapi yang berdampak pada munculnya simpati masyarakat.

Keempat, yakni banyak tokoh-tokoh nasionalis kutu loncat yang menjadikan politik Indonesia sebagai tempat mengadu nasib.

Survei Puskapi ini dilakukan pada 25-27 Februari 2013 dengan sample 1.400 responden di 33 provinsi, menggunakan metode pengacakan beringkat (multistage random sampling), pengumpulan data melalui wawancara telephone, dengan tingkat kesalahan sekitar 2,0 persen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar